Kita sering mendengar orang tua atau
berumur di sekitar kita yang mengalami gejala atau penyakit yang disebut
kolesterol tinggi.
Banyak dari mereka langsung mengalami
perubahan dan penurunan baik itu
kemampuan bergerak bahkan langsung harus di rawat pada instalasi kesehatan atau
Rumah sakit.
Kita langsung bertanya-tanya apa itu penyakit atau gejala
Kolesterol tinggi.
Kolesterol adalah zat yang fungsinya sangat
penting bagi tubuh. Sebenarnya zat ini merupakan zat lemak yang dikenal sebagai
lipid.
Produsen utama zat ini adalah hati, namun lipid juga bisa berasal dari
makanan. Kadar lipid yang terlalu tinggi, disebut dengan hiperlipidemia, dapat
memengaruhi kondisi kesehatan.
Tubuh kita membutuhkan sejumlah kecil kolesterol agar berfungsi dengan baik.
Tetapi kita mungkin mendapatkan terlalu banyak lemak jenuh dan kolesterol dalam
makanan kita, yang keduanya membuat kenaikan tingkat kolesterol
LDL (kolesterol “buruk”).
Kolesterol LDL dapat menyebabkan plak berkumpul di arteri,
yang akan menyebabkan penyakit jantung. Disisi lain, kolesterol HDL (kolesterol
“baik”), membantu membersihkan kolesterol “buruk” dari darah kita.
Kita ingin
menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, dan semua ini
dimulai dengan pola makan.
1. Konsumsi Makanan Sehat
Aturlah porsi makanan setiap kali makan dengan buah-buahan dan sayuran sebanyak
5 sampa 9 porsi dalam sehari untuk membantu menurunkan kolesterol LDL
(kolesterol “buruk”).
Antioksidan dalam makanan tersebut dapat memberikan
manfaat itu. Atau mungkin dengan makan lebih banyak buah dan sayuran, maka kita
akan berkurang makan makanan yang berlemak.
2. Makanlah yang bersumber dari Laut
Pola makan sehat memiliki menu ikan sebanyak dua kali seminggu. Mengapa? Ikan
memiliki lemak jenuh rendah dan asam lemak sehat omega-3 yang tinggi.
Asam
lemak omega-3 membantu menurunkan tingkat trigylcerides, satu jenis lemak dalam
darah. Mereka juga dapat membantu menurunkan kolesterol, memperlambat
pertumbuhan plak di arteri. Pilih ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan
sarden.
3. Cukupi dengan Lemak Tak Jenuh
Kita semua membutuhkan sedikit lemak dalam pola makan kita, sekitar 25% sampai
35% dari kalori sehari-hari.
Namun jenis lemak yang diperlukan adalah lemak tak
jenuh, seperti yang ditemukan di kanola, zaitun, dan minyak safflower, dimana
lemak ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol “buruk”) dan
dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol “baik”).
Sedangkan
lemak jenuh, seperti yang ditemukan dalam mentega dan minyak kelapa sawit, dan
lemak trans, akan meningkatkan kolesterol LDL. Walau begitu, lemak baik
memiliki kalori, sehingga makan perlu secukupnya saja.
4. Lebih Banyak Kacang, Kurangi Kentang
Kita membutuhkan karbohidrat untuk energi, tetapi beberapa membuat tubuh kita lebih
baik dibandingkan yang lainnya. Gandum, seperti beras coklat, pasta gandum, dan
kacang-kacangan memiliki lebih banyak serat dan lebih sedikit meningkatkan
kadar gula.
Hal tersebut membantu menurunkan kolesterol dan membuat kita merasa
kenyang lebih lama.
Dengan 30 menit aktivitas fisik, lima hari seminggu (20 menit, tiga kali
seminggu untuk olahraga berat, seperti jogging) dapat membantu menurunkan
kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, dan tentunya lebih banyak
latihan tentu lebih baik.
Olahraga
juga membantu kita mempertahankan berat badan ideal, mengurangi kesempatan untuk
mengembangkan arteri tersumbat.
Kita tidak perlu berolahraga selama 30 menit
langsung, namun kita dapat memecahnya menjadi bertahap 10 menit.
6. Berjalan-jalan
Jika tidak terbiasa berolahraga atau benci pergi ke gym, maka kita dapat
berjalan-jalan. Hal ini sangat mudah, menyehatkan, dan yang kita butuhkan hanya
sepasang sepatu.
Latihan aerobik atau kardiovaskular seperti berjalan kaki,
menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung, membantu menurunkan berat badan,
dan menjaga tulang tetap kuat.
Jika Anda baru memulai, cobalah berjalan kaki 10
menit dan secara bertahap meningkat.
Tingkat Stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, menambah risiko
aterosklerosis, yang terjadi ketika plak dari kolesterol menumpuk di arteri.
Dan penelitian menunjukkan bahwa untuk beberapa orang, stres mungkkin dapat
langsung meningkatkan kadar kolesterol.
Kurangi
tingkat stres Anda dengan latihan relaksasi, meditasi, atau biofeedback. Fokus
pada pernapasan Anda dan ambil napas yang dalam dan menyegarkan.
Ini adalah
cara pengurang stres sederhana yang dapat dilakukan di mana saja.
8. Turunkan berat Badan atau Diet
Kehilangan berat badan adalah salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan
untuk melawan penyakit kardiovaskular.
Obesitas meningkatkan risiko kolesterol
tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
Semua
itu mempengaruhi arteri kita, membuat mereka lebih rentan untuk mengumpulkan
plak dari kolesterol.
Menurunkan berat badan, terutama lemak perut, yang terkait
dengan pengerasan pembuluh darah, membantu meningkatkan kolesterol HDL
(kolesterol “baik”) dan mengurangi kolesterol LDL (kolesterol “buruk”).
9. Ikuti Saran Dokter
Mengelola
kolesterol merupakan proses seumur hidup. Temui dokter secara teratur untuk
mengawasi kesehatan. Ikuti rekomendasi dokter anda mengenai pola makan,
olahraga, dan pengobatan.
Dengan
kerjasama kita dan dokter maka kita dapat menurunkan kadar kolesterol dan
menjaga jantung tetap sehat dan kuat.
Demikian
lah tips mudah menurunkan kolesterol yang tinggi..semoga bermanfaat.


