Saturday, 26 December 2015

Tips Menggunakan Tisu Basah dengan Tepat Agar Tak Sebarkan Kuman




Hai pembaca sekalian.!!! bagaimana kabarnya..? mudah-mudahan sehat, bahagia dan sukses selalu..dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Penggunaan Tisu Basah yang tepat.

Sering kali anda berfikir bahwa tisu basah lebih bagus untuk membersihkan dibandingkan tisu kering biasa.
Tisu basah digunakan pada hampir semua pegawai kesehatan ataupun ibu yang ingin membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh bayinya.

Akan tetapi tisu basah bisa malah berbahaya dan menyebarkan bakteri, virus ataupun kuman apabila tidak menggunakannya dengan tepat.

Faktanya, penggunaan tisu basah tersebut malah memindahkan bakteri ke permukaan lainnya.

Baiklah..!!! Berikut ini akan saya paparkan apa yang harus anda perhatikan dan bagaimana penggunaan tisu basah yang sesuai dengan syarat kesehatan.


Tisu basah sekali pakai yang beredar dipasaran dan digunakan masyarakat mengandung antibakteri sudah sangat populer. Selain mudah dibawa ke mana-mana, tisu ini juga praktis karena menghilangkan kuman tanpa perlu menggunakan air dan sabun.

Tisu basah antibakteri ini bukan hanya dipakai para ibu untuk membersihkan popok atau tangan bayi mereka, di rumah sakit tisu basah seperti ini juga sering dipakai untuk membersihkan permukaan kulit wajah ataupun barang yang dipakai untuk makan dan minum.
 
Walau begitu, tisu basah yang diklaim mengandung antibakteri pun ternyata tidak efektif menyingkirkan kuman. Malah, menurut studi dari Wales, penggunaan tisu basah di rumah sakit akan menyebarkan bakteri berbahaya, termasuk MRSA.

MRSA..? (Staphylococcus Aureus, disingkat Staph adalah kuman yang ditemukan pada kulit dan hidung kita. Staph biasanya tak merugikan tapi ada kalanya menyebabkan infeksi dan sakit parah. Beberapa jenis Staph telah menjadi kebal terhadap antibiotika methicillin dan lainnya yang dulu dipakai untuk mengobati infeksi. 

Infeksi yang disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus ‘MRSA’ yang kebal methicillin ini sulit diobati, sebab kebanyakan antibiotika takkan membunuh kuman itu.)


Dalam penelitian di laboratorium, para peneliti dari Cardiff University's School of Pharmacy and Pahrmaceutical Science menguji 7 jenis tisu basah yang sering dipakai dan menemukan bahwa kemampuan tisu ini dalam menghilangkan MRSA setelah 10 detik kurang optimal.
 
Faktanya, penggunaan tisu basah tersebut malah memindahkan bakteri ke permukaan lainnya. Memang penelitian tersebut dilakukan di laboratorium sehingga hasilnya belum tentu sama dengan dunia nyata. Para peneliti juga memakai tiap tisu 10 kali, padahal biasanya hanya dipakai tak lebih dari satu kali.

Setiap tisu basah yang beredar di pasaran memiliki zat kimia berbeda untuk membunuh mikroba. Biasanya alkohol adalah zat kimia utama dan tisu basah dan akan membunuh bakteri dengan cara memecah struktur protein di sel kuman.
 
Tisu juga mengandung pemutih yang akan menghasilkan oksidasi di sel, sehingga sel-sel akan mati. Tisu yang mengandung sabun biasa sebenarnya juga efektif, terutama jika sabun itu bersifat antibakteri.
 
Walau sabun terkesan kurang canggih, tapi sebenarnya lebih efektif dalam menghancurkan kuman berbahaya, termasuk
ebola.
 
Tisu basah seharusnya dipakai tak lebih dari 5 kali usapan sebelum dibuang. Jika dipakai dalam area yang kecil, misalnya rak atau tempat makan, sebaiknya gunakan satu kali lalu buang sehingga kuman tak berpindah.

Jenis tisu juga berpengaruh. Tisu basah yang mengandung sedikitnya 40 persen alkohol akan efektif membunuh mikroba. Jika tisu tersebut terlalu kering, biasanya disebabkan karena penyimpanan yang kurang baik atau terlalu sering dipakai.
(Dailymail via kompas.com)

Demikianlah pembahasan tentang cara penggunaan tisu basah yang sebelumnya untuk menjaga kebersihan agar tidak malah menyebarkan kuman atau penyakit…Semoga bermanfaat

Apabila anda menyukai artikel ini silahkan like dan share/bagikan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang..Terimakasih


Share this

0 Comment to "Tips Menggunakan Tisu Basah dengan Tepat Agar Tak Sebarkan Kuman"

Post a Comment