
Hai pembaca
sekalian.!!! Bagaimana kabarnya..? mudah-mudahan sehat, bahagia dan sukses
selalu. Kali ini saya akan membahas tentang arti dari insomnia atau gangguan
tidur dan resiko besar yang mengiringinya.
Sering mengalami
masalah pada tidur Anda? Anda patut waspada karena mungkin anda mengalami
insomnia akut yang beresiko
menjadi sebab KEMATIAN..!!!
INSOMNIA adalah gejala[2]
kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur
walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan
fungsional saat bangun.
Dibawah ini gambaran kemungkinan penyakit disebabkan Insomnia.
Dibawah ini gambaran kemungkinan penyakit disebabkan Insomnia.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau
akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau
psikologis akan diperlukan.
Salah satu terapi
psikologis yang
efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif.[3] Dalam
terapi
tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan
menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan
zat penenang lainnya untuk bisa
beristirahat. Semua obat relatif memiliki potensi untuk menyebabkan
ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa
obat tersebut.
Baca Juga : Benarkah Insomnia Meningkatkan
Resiko Kematian..!!!
10 Cara Mudah mengatasi insomnia
(Susah Tidur) Tanpa Obat…!!!
Baiklah untuk lebih mengenalnya
anda harus tahu apa penyebab gangguan ini bisa terjadi..?
A.Penyebab
Insomnia
bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai
penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit
tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali
timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan,
depresi atau ketakutan.
Kadang
seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.
Dengan
bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah,
dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada
semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering
membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.
Pola
terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa
orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit
untuk tertidur kembali.
Kadang
mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada
dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.
Orang
yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka
tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal
ini sering terjadi sebagai akibat dari:
1.Jet
lag
Gangguan
tidur yang terjadi karena berada Perbedaan zona waktu yang cukup jauh dari
tempat asal kita (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
2.Bekerja
pada malam hari.
Kebiasaan
bekerja dan tidak tidur di malam hari akan menimbulkan kebiasaan dan akhirnya
mengalami insomnia pada saat tidak bekerja.
3.Sering
berubah-ubah jam kerja.
Kebiasaan
ini akan mengacaukan jam biologis tubuh anda, karena otak akan kesulitan
menentukan kapan harus tidur dan kapan untuk bangun.
4.Penggunaan
zat atau stimulan otak yang berlebihan.
Seperti
yang anda ketahui kopi dan the mengandung zat (Cofein & Tein) yang berfungsi
sebagai stimulan otak agar bekerja lebih cepat. Zat ini akan menghambat anda
untuk tidur.
5.Efek
samping obat
Obat
yang dikonsomsi kadang memiliki efek samping pada teranggunya kualitas tidur anda, baca dengan benar aturan
pakai dan kontra indikasinya.
6.Kerusakan
pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
Penyebab
ini harus diperiksakan dan ditangani oleh pihak kesehatan yang lebih spesifik,
yaitu dokter Ahli syaraf dan otak
B.Gejala
Penderita
mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang
hari merasakan kelelahan.
Awal
proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari
waktu akan tidur sampai tertidur.
Dalam
Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang,
khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah pada masa lalu
atau pada masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa
tertidur.
Pada
insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu, seperti kematian
atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan
dengan timbulnya insomnia.
Pola
ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu, dan pasien dapat mengalami
insomnia, berulang terus-menerus. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam
mencoba untuk tidur, tidur menjadi lebih sulit diperoleh.
Menonton jam saat
setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha
untuk tertidur. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang, dan
tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing.[4]
Pengobatan
Pengobatan
insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.
Orang
tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak
memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.
Penderita
insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur
tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan
tidak berisik.
Jika
penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika
penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.
Jika
gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita
merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain
untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.
Demikianlah
pembahasan mengenai gangguan tidur atau istilah medisnya INSOMNIA, yang harus
anda ketahui agar bisa menghindari Resiko fatal yang mungkin dialami apabila
terlambat ditangani.
Semoga
Bermanfaat.

0 Comment to "Mengenal INSOMNIA dan Resiko Kematian yang Mengiringinya…!!!"
Post a Comment