Wednesday, 6 January 2016

Mengenal INSOMNIA dan Resiko Kematian yang Mengiringinya…!!!




Hai pembaca sekalian.!!! Bagaimana kabarnya..? mudah-mudahan sehat, bahagia dan sukses selalu. Kali ini saya akan membahas tentang arti dari insomnia atau gangguan tidur dan resiko besar yang mengiringinya.

Sering mengalami masalah pada tidur Anda? Anda patut waspada karena mungkin anda mengalami insomnia akut yang beresiko menjadi sebab KEMATIAN..!!!

INSOMNIA adalah gejala[2] kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Dibawah ini gambaran kemungkinan penyakit disebabkan Insomnia.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. 

Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif.[3] Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat relatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Baca Juga :      Benarkah Insomnia Meningkatkan Resiko Kematian..!!!
                      10 Cara Mudah mengatasi insomnia (Susah Tidur) Tanpa Obat…!!!

Baiklah untuk lebih mengenalnya anda harus tahu apa penyebab gangguan ini bisa terjadi..?

A.Penyebab

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.

Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.
Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.

Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.

Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.

Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.

Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:


1.Jet lag 
Gangguan tidur yang terjadi karena berada Perbedaan zona waktu yang cukup jauh dari tempat asal kita (terutama jika bepergian dari timur ke barat).


2.Bekerja pada malam hari.

Kebiasaan bekerja dan tidak tidur di malam hari akan menimbulkan kebiasaan dan akhirnya mengalami insomnia pada saat tidak bekerja.

3.Sering berubah-ubah jam kerja.

Kebiasaan ini akan mengacaukan jam biologis tubuh anda, karena otak akan kesulitan menentukan kapan harus tidur dan kapan untuk bangun.

4.Penggunaan zat atau stimulan otak yang berlebihan.

Seperti yang anda ketahui kopi dan the mengandung zat (Cofein & Tein) yang berfungsi sebagai stimulan otak agar bekerja lebih cepat. Zat ini akan menghambat anda untuk tidur.

5.Efek samping obat

Obat yang dikonsomsi kadang memiliki efek samping pada teranggunya  kualitas tidur anda, baca dengan benar aturan pakai dan kontra indikasinya.

6.Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Penyebab ini harus diperiksakan dan ditangani oleh pihak kesehatan yang lebih spesifik, yaitu dokter Ahli syaraf dan otak

B.Gejala
Penderita mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. 

Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur. 

Dalam Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah pada masa lalu atau pada masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur. 

Pada insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu, seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia. 

Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu, dan pasien dapat mengalami insomnia, berulang terus-menerus. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam mencoba untuk tidur, tidur menjadi lebih sulit diperoleh. 

Menonton jam saat setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha untuk tertidur. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang, dan tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing.[4]

Pengobatan
Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.

Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.

Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik.

Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.

Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.

Demikianlah pembahasan mengenai gangguan tidur atau istilah medisnya INSOMNIA, yang harus anda ketahui agar bisa menghindari Resiko fatal yang mungkin dialami apabila terlambat ditangani.

Semoga Bermanfaat.

Share this

0 Comment to "Mengenal INSOMNIA dan Resiko Kematian yang Mengiringinya…!!!"

Post a Comment